BULAN SEPARUH

Untuk gemuruh hebat yang mengguncang tubuh

Kaki yang gemetar, tangan yang lemah

Mata yang panas, serta mulut yang kaku

Menyapu seluruh tembok ketegaran

 

Kau bahkan tak menjawab teriakanku memanggilmu

Salah siapakah itu?  Bukan Tuhan tentunya

Sekarang pun kau tersenyum manis sekali

Semut pun grogi kalau ingin mendekat

Tetapi kenapa sambil terbaring?

 

Luka macam apa ini? jiwa ragaku tidak terbiasa

Selamat jalan purnamaku

Kini tinggalah bulan separuh yang dengan keredupannya

Mencoba bertahan di antara gelapnya semesta



BIONARASI

Nama saya Maria Misela A. Wona

Sekarang beralamat di Pasar Rebo, Jakarta Timur

Hobi saya sebenarnya membaca, bukan menulis

Tapi mumpung temanya tentang “ Luka Pertama”

Yoweslaah dicoba

Oiaa sedikit bocoran, saya membuat puisi ini

Sambil dengar instrument kal ho na ho

Makanya jadinya begitu

Selamat membaca, salam literasi